|
|
|
Manajemen Paket menggunakan RedHat
Packet Manager
Dudy
Rudianto
Salah satu yang menjadi pertanyaan seorang pemula Linux
adalah bagaimana saya menginstal program baru ke dalam komputer Linux saya?,
bagaimana saya menghapus program bahkan bagaimana saya dapat mengupgrade
program saya dengan versi yang lebih baru. Tips berikut akan menjelaskan
bagaimana menggunakan RedHat Packet Manager, sebuah program manajemen paket
yang dibuat oleh RedHat. Pada awalnya, penulis beranggapan bahwa menggunakan
rpm tidak semudah menggunakan Add/Remove Program yang ada di windows. Belakangan
anggapan tersebut ternyata salah, mengingat kelengkapan tool yang disediakan
oleh rpm benar-benar menunjukkan bagaimana seharus perangkat lunak yang
digunakan untuk melakukan manajemen paket. Pada tingkat lanjutan, seseorang
dapat melakukan kustomisasi lebih mendalam dengan membuat sendiri distribusi
paket menggunakan rpm.
Tentang rpm
RedHat Packet Manager, selanjutnya disebut dengan rpm,
adalah alat bantu untuk melakukan berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan
pengelolaan sebuah paket dalam sistem Linux. rpm sendiri sekarang menjadi
sebuah standar secara de facto yang digunakan oleh berbagai pengembang
perangkat lunak untuk mendistribusikan sebuah perangkat lunak. rpm banyak
digunakan oleh berbagai distribusi besat saat ini, tak kurang seperti RedHat,
Mandrake, SuSE, dan OpenLinux. Bahkan slackware yang terkenal karena nuansa UNIX-like-nya,
dengan sedikit penyesuaian dapat menggunakan rpm untuk manajemen paket.
Sebenarnya apa yang membedakan jika sebuah paket tidak
menggunakan paket manajemen seperti rpm. Jawabannya cukup mudah, sebuah program
pada dasarnya terdiri atas beberapa file agar dapat dijalankan. File-file
tersebut harus diletakkan secara terpisah. Misalkan anda menginstal sebuah
program pada direktori /usr/local/program, file binari dari program
tersebut harus diletakkan pada /sbin, manual page dari program harus diletakkan
secara terpisah, termasuk jika ada fungsi-fungsi pustaka yang haris dikaitkan
dengan fungsi pustaka lainnya. Kalau memasang sebuah progam demikian rumitnya,
bagaimana jika harus menghapus program tersebut. Tentu dari sini dapat
disimpulkan, rpm digunakan untuk memudahkan pekerjaan administrasi paket,
termasuk menginstal, menghapus, upgrade, atau menampilkan informasi tentang
paket.
Pada dasarnya rpm merupakan program
instalasi untuk paket-paket linux yang sudah dalam format rpm (*.rpm). Akan
tetapi fungsi dari rpm tidak hanya itu, anda mungkin pernah mengetahui bahwa
setiap paket software memiliki mekanisme sendiri bagaimana sebuah paket akan
terpasang dan dijalankan di dalam sistem. rpm menyediakan mekanisme instalasi
yang seragam untuk semua paket yang memiliki format rpm. rpm juga menyediakan
semua informasi tentang paket yang terinstall dengan menggunakan sebuah
database paket.
Beberapa hal yang
harus anda pastikan sebelum menginstal sebuah paket adalah sebagai berikut :
1.Pastikan isi dari paket yang akan
anda install termasuk berapa jumlah space yang dibutuhkan, dan di mana akan
diletakkan.
2.Pastikan apakah anda memilik library
yang dibutuhkan atau file lainnya agar software yang anda install bisa
dijalankan.
3.Pastikan bahwa paket yang anda
instal tidak akan konflik dengan paket yang lain atau dengan paket yang sama
akan tetapi versi yang berbeda atau versi yang lebih lama.
4.Pastikan bahwa paket yang akan anda
install berasal dari sumber yang bisa dipercaya, paket tersebut tidak akan
merusak dan sebagainya.
Apakah Paket itu ?
Paket adalah file khusus yang
terdiri dari file dan direktori yang merupakan bagian dari sebuah software atau
komponen sistem. Dalam linux dikenal dua jenis paket, yaitu binary dan source.
Paket binary terdiri atas komponen
software yang siap untuk diinstall sesuai dengan arsitektur komputer yang
digunakan dan juga siap untuk digunakan. Source paket merupakan source code yang
digunakan dengan cara membuat sendiri binari paket yang dibutuhkan, paket jenis
ini menyediakan semua yang anda butuhkan untuk dapat di modifikasi dan anda
harus mengkompile source code tersebut.
Sebuah paket binary memiliki aturan
penamaan seperti berikut ini :
ed-0.2-5.i386.rpm
Bagian pertama dari nama diatas
menunjukkan nama paket, setelah itu adalah nomor versi dalam hal ini 0.2. Nomor versi ini menunjukkan versi dari paket
tersebut, kemudian diikuti dengan nomor rilis dalam hal ini adalah 5. Apa
perbedaan yang mendasar antara nomor rilis dan nomor versi?, nomor vesi
menunjukkan status dari pada software itu sendiri, di mana hal ini menunjukkan
status paket yang dibuat oleh penciptanya, bukan mengacu kepada siapa yang
membuatnya menjadi satu paket. Sedangkan nomor rilis menunjukkan siapa yang
membuatnya menjadi satu paket, jadi sebuah paket bisa saja memiliki nomor rilis
yang berlainan bergantung kepada siapa yang membuatnya menjadi sebuah paket,
akan tetapi bisa saja nomor versinya tetap sama.
Setelah nomor rilis, string
berikutnya menunjukkan arsitektur mesin dari paket. Kebanyakan paket berisikan
software yang sudah dikompilasi dengan menggunakan prosesor tertentu atau mesin
tertentu. Sebagai contoh, jika sebuah program dikompile pada mesin intel x86
dan kompatibelnya biasanya paket tersebut dimasukkan kedalam string i386. Atau
ia memiliki spesifikasi mesin tersendiri, misalnya Pentium atau Pentium II,
maka ia akan dimasukkan kedalam string i586 atau i686.
Dalam
beberapa kasus, isi dari suatu paket tidak bergantung sama sekali dengan
arsitektur mesin yang digunakan. Untuk jenis paket tersebut biasanya dimasukkan
kedalam paket dengan string noarch. Selengkapanya bisa dilihat pada
tabel berikut :
Tabel 1. Arsitektur Mesin Pada
sebuah Paket
|
String |
Prosesor |
|
noarch |
Semua jenis prosesor |
|
i386, i586, i686 |
Prosesor keluarga pentium dan kompatibel |
|
alpha |
DEC Alpha |
|
sparc |
Sun Sparc |
|
mips |
MIPS |
|
ppc |
PowerPC |
|
m68k |
Keluarga motorola 68000 |
Sebuah paket binary, biasanya
berisikan hal-hal sebagai berikut :
1.Nama dan penjelasan dari software.
2.Informasi tentang versi software.
3.Informasi tentang penyedia paket rpm
tersebut.
4.URL dari penyedia paket tersebut.
5.Informasi tentang lisensi.
6.Klasifikasi produk tersebut.
7.Informasi untuk sistem operasi dan
mesin yang digunakan.
8.Informasi file dan direktori untuk
setiap paket.
Memulai Redhat Package Manager
rpm memiliki enam mode operasi,
yaitu install, uninstal, update, query, verifikasi, dan building.
Format dari perintah rpm seperti
berikut ini :
rpm [option] nama
paket
Option adalah argumen yang diberikan
pada perintah rpm untuk memberikan efek perintah tertentu, sedangkan nama paket
adalah paket yang akan digunakan. Tabel berikut ini memperlihatkan opsi pada
perintah rpm.
|
opsi |
Sub-opsi |
Arti dari opsi |
|
-q |
|
Query |
|
|
-I |
Menampilkan informasi detail dari paket. |
|
|
-l |
Menampilkan semua file |
|
|
-d |
Hanya menampilkan file-file dokumentasi |
|
|
-c |
Hanya menampilkan file-file konfigurasi |
|
|
-f |
Mencari paket yang mana yang dimiliki oleh sebuah
file |
|
|
-p |
Operasi didalam sebuah file paket |
|
|
--script |
Menampilkan script install dan uninstall |
|
-i |
|
Install |
|
-e |
|
Uninstall (menghapus paket) |
|
-U |
|
Upgrade atau menginstall paket yang belum ada pada
sistem |
|
-F |
|
Freshen (Ugrade paket jika sebelumnya sudah ada
paket yang terinstall) |
|
-V |
|
Verifikasi paket yang terinstall |
|
-b |
|
Membangun sebuah paket |
Anda dapat menemukan file-file paket
pada cdrom anda di direktori /mnt/cdrom/Redhat/rpmS/. Untuk mengetahui
informasi yang ada pada paket, anda dapat menggunakan rpm dengan
tambahan option -qpi, seperti berikut ini :
$ rpm -qpi ed-0.2-17.i386.rpm
Name : ed Relocations: (not relocateable)
Version :
0.2 Vendor: Red
Hat, Inc.
Release : 17 Build Date: Wed 12
Jul 2000 07:00:24 PM JAVT
Install date: (not installed) Build Host: porky.devel.redhat.com
Group :
Applications/Text Source rpm:
ed-0.2-17.src.rpm
Size :
99563 License: GPL
Packager : Red
Hat, Inc. <http://bugzilla.redhat.com/bugzilla>
Summary : The GNU
line editor.
Description :
Ed is a line-oriented text editor, used to create, display,
and modify
text files (both interactively and via shell scripts). For most
purposes, ed has been replaced in normal usage by
full-screen editors
(emacs and vi, for example).
Ed was the original UNIX editor, and may be used by some
programs. In
general, however, you probably don't need to install it and
you probably
won't use it.
$
Keluaran diatas, menunjukkan
informasi mengenai paket ed, termasuk informasi mengenai kegunaan
software tersebut. Untuk dapat melihat listing dari program diatas, ketikkan
perintah seperti berikut :
# rpm -qpl ed-0.2-17.i386.rpm
/bin/ed
/bin/red
/usr/share/doc/ed-0.2
/usr/share/doc/ed-0.2/NEWS
/usr/share/doc/ed-0.2/POSIX
/usr/share/doc/ed-0.2/README
/usr/share/doc/ed-0.2/THANKS
/usr/share/info/ed.info.gz
/usr/share/man/man1/ed.1.gz
/usr/share/man/man1/red.1.gz
Install Paket
Untuk menginstall sebuah paket, anda
dapat menggunakan rpm dengan menambahkan option -i dan nama paket
yang akan anda install. Contoh penggunaan perintah tersebut seperti dibawah ini
:
# rpm -i ed-0.2-17.i386.rpm
Jika anda menghendaki
untuk dapat melihat proses instalasi, tambahkan option -vh seperti berikut ini :
# rpm -ivh ed-0.2-17.i386.rpm
Jika paket yang akan anda install
ternyata sudah terpasang pada sistem anda, maka akan terlihat seperti berikut :
# rpm -ivh ed-1.0-1.i386.rpm
ed package ed-1.0-1 is already installed
error: ed-1.0-1.i386.rpm cannot be installed
Uninstall
Uninstall adalah proses untuk menghapus sebuah
paket dari sistem. Untuk melakukan uninstall, anda tidak harus mengetikkan nama
paket selengkap nama paket pada waktu melakukan instalasi.
Contoh penggunaan perintah diatas
adalah :
# rpm -e ed
Biasanya proses uninstall terdapat
masalah yang sering dikenal dengan isitilah error dependecies, ini
berarti paket tersebut tidak dapat di hilangkan dari sistem dikarenakan
memiliki ketergantungan dengan paket lainnya. Ketergantungan ini dikarenakan
dalam Linux, tiap paket atau program sama-sama saling berbagi file yang
dibutuhkan satu sama lain.
Jika ini terjadi maka sistem akan
menampilkan pesan seperti berikut ini :
# rpm -e ed
error: removing these packages would
break dependencies:
ed is needed by tetex-1.0.7-11mdk
Anda dapat tetap dapat meng-unistall
paket tersebut dengan cara mengabaikan problem ketergantungan antar paket
dengan menambahkan option -nodeps, akan tetapi anda sama sekali tidak
disarankan untuk menggunakannya karena akan menyebabkan sistem menjadi tidak
stabil
Upgrade Paket
Upgrade
paket diperlukan untuk menaikkan versi dari paket sebelumnya. Hal ini
memberikan beberapa keuntungan seperti adanya perbaikan bug, penambahan fitur
baru, dan juga unjuk kerja yang mungkin lebih baik. Untuk melakukan upgrade
anda tinggal menambahkan option -U seperti berikut ini :
# rpm -Uvh ed-1.0-1.i386.rpm
Pada saat proses upgrade dilakukan,
rpm akan menyimpan file anda yang lama , misalnya /etc/ed.conf menjadi /etc/ed.conf.rpmsave.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kalau-kalau versi terbaru yang baru saja anda
install ternyata tidak kompatibel dengan versi yang lama.
Query
Digunakan untuk menampilkan database
paket yang telah terinstall kedalam sistem. Untuk dapat melakukan query
databasse paket, anda dapat menggunakan option -q. Perintah ini akan
menampilkan nama paket, versi dan nomor
rilis dari paket yang terinstall. Contoh penggunaannya adalah :
# rpm -q smpeg
smpeg-0.4.0-10mdk
Record pada rpm
rpm menyediakan sebuah record untuk
setiap paket yang terintall. Record ini biasanya berada pada database rpm.
Record ini sewaktu-waktu dapat di rebuild kembali untuk memastikan bahwa rpm
memuat informasi terbaru pada paket-paket yang terinstal ke dalam sistem. Untuk
memperbaharui record, gunakan perintah rpm dengan opsi -rebuilddb seperti pada
contoh berikut.
#rpm -rebuilddb
Menggunakan Gnome rpm
Gnome rpm merupakan salah satu utilitas untuk
manajemen paket yang berjalan pada modus grafis. Meskipun Gnome rpm merupakan
paket bawaan dari Gnome, akan tetapi dapat dijalankan pada Window Manager
lainnya seperti KDE, iceWM, dan lainnya.
Anda dapat menggunakan Gnome-rpm
dengan memanggil pada konsol dengan mengetikkan gnorpm. Gambar berikut
merupakan tampilan dari Gnome-rpm :
Menggunakan Gnome-rpm
bagi sementara pengguna akan lebih memudahkan ketimbang harus memakai perintah
berbasis. Dengan melihat panel-panel yang ada pada tampilan grafis Gnome-rpm,
anda akan mengerti cara menggunakan gnome-rpm, seperti menginstall, upgrade,
uninstall dan lain sebagainya. Pada gambar bisa dilihat adanya icon verivy yang
digunakan untuk memastikan bahwa sebuah paket tidak rusak atau dalam keadan
korup.
Menginstal Paket menggunakan gnorpm
Untuk menginstal paket dengan
gnorpm, pilih icon install. Setelah itu akan muncul window baru yang berisikan
berbagai tool yang digunakan untuk melakukan proses instalasi paket.
Anda bisa memilih paket program apa
saja yang akan di install, dengan menekan tombol add. Pada bagian bawah dari
window, terdapat beberapa icon yang dapat digunakan untuk melakukan query,
upgrade, dan checksign. Query digunakan untuk melihat informasi tentang paket, termasuk
deskripsi paket, lokasi tempat meletakkan paket dan sebagainya.
Untuk menghapus sebuah paket, anda
tinggal memilih paket apa yang akan dihapus dan tekan icon Uninstall.
Query pada Paket
Untuk melakukan Query pada paket,
pilih salah satu paket, kemudian tekan tombol query. Setelah tombol query
ditekan, pada window terlihat beberapa informasi yang berhubungan dengan paket.
Diantaranya adalah informasi tentang paket, termasuk deskripsi paket, pembuat,
vendor yang mendistribusikan dan sebagainya. Pada bagian bawah terlihat
informasi direktori untuk meletakkan file-file yang berhubungan dengan paket
terinstal.
Menggunakan webfind
Salah satu fitur yang menarik dari
gnorpm adalah adanya fasilitas yang disebut dengan webfind. Fasilitas ini
memungkinkan seseorang yang terhubung langsung ke internet dapat langsung
mencari file-fle dengan ekstensi rpm serta melakukan query terhadap paket.
Fasilitas ini juga dapat digunakan untuk mendowload paket yang dibutuhkan.
Untuk mengaktifkan fasilitas ini, tekan pada icon webfind.
Selain terdapat fasilitas untuk
melakukan download, rpmfind juga memiliki fasilitas untuk melakukan instalasi
langsung via jaringan internet. Untuk melakukan instalasi, setelah menemukan
paket dengan menggunakan rpmfind, tekan tombol install. Dalam hal ini kecepatan
instalasi sangat bergantung pada kecepatan koneksi yang anda miliki.