|
KELOMPOK STUDI
LINUX
UJUNG TOMBAK
PELAKSANAAN OSCA DI KAMPUS
Dudy Rudianto
<dudy@batam.com>
Open Source
Research Group
Sedikit
banyak masyarakat sudah mengenal adanya kelompok pengguna
Linux, selain KPLI. Kelompok ini sering disebut dengan nama
Kelompok Studi Linux, saat ini bermarkas di kampus UAD. Tulisan
berikut sama sekali tidak mengulas tentang apa dan bagaimana
KSL Universitas Ahmad Dahlan, pembahasan hanya bersifat apa
yang sudah dikerjakan oleh KSL UAD. Diharapkan konsep yang sama
bisa diadopsi oleh rekan-rekan mahasiswa untuk diterapkan
dikampusnya masing-masing. Syukur kalau bisa dikembangkan
sampai tahap kolaborasi antar kampus.
Tentang OSCA
OSCA (Open Source Campus Agreement) yang pertama kali
digulirkan oleh Pak Made Wiryana dan rekan-rekan tim Pandu,
memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
Kesepakatan moral antara pihak kampus dan mahasiswa untuk
menggunakan perangkat lunak berbasis open source.
Adanya tingkatan agreement dalam pelaksanaannya.
Untuk
mendukung pelaksanaan OSCA, Tim Pandu juga menyediakan
buku-buku online yang dapat diperoleh dengan gratis di
http://pandu.dhs.org.
Dan di dukung sepenuhnya oleh KPLI, terutama sekali adalah KPLI
Jakarta.
Konsep OSCA ini yang kemudian pada akhirnya kami adopsi di
lingkungan kampus dengan memulai membentuk kelompok khusus yang
bertugas untuk melakukan sosialisasi. Dari sini bisa dibedakan
bahwa antara KPLI dan KSL memiliki karakteristik yang agak
berbeda, dimana KSL lebih menekankan kepada studi Linux sebagai
sistem operasi yang terbuka sebagai solusi alternatif
membebaskan kampus dari penggunaan perangkat lunak ilegal.
Kedua, studi linux sebagai perangkat bantu belajar (karena
digunakan oleh sekelompok mahasiswa).
Bisa kita simpulkan, bahwa keberadaan KSL di kampus-kampus akan
lebih mempermudah sosialisasi OSCA. Hal ini dikarenakan
kesepakatan berangkat dari sekelompok mahasiswa yang berusaha
untuk menyelesaikan tugas-tugas kampus dengan menggunakan
perangkat lunak berbasis open source. Perkembangan penggunaan
perangkat lunak open source di kampus pada akhirnya mengalami
percepatan seperti berikut :
Internal Kelompok Studi Linux
Seorang Mahasiswa akan merasa bangga jika ia berbasil
menyelesaikan tugas-tugas kampus dengan perangkat lunak open
source. Sebagai contoh, tugas-tugas nge-plot grafik yang harus
dilesaikan dengan Maple bisa digantikan dengan GNUPlot
Mendorong rekan-rekan mahasiswa lain dalam kelompok studi
untuk berbuat hal yang serupa. Bisa dikatakan satu cerita
sukses menjadi modal awal
Bertambahnya
pengetahuan akan mempermudah pembuatan modul, tutorial, dan
pelatihan yang sifatnya dari mahasiswa ke mahasiswa. Di KSL
UAD (http://www.kslonline.org
) beberapa modul praktikum bahkan sudah dikerjakan oleh
mahasiswa.
External kelompok studi :
Sudah menjadi pendapat umum bahwa kebenaran adalah yang dianut
oleh banyak orang. Dalam penggunaan perangkat lunak, yang
demikian juga terjadi, dimana sudah menjadi kebiasaan umum
untuk mengabaikan Aspek-aspek HAKI perangkat lunak sehingga
sudah menjadi sesuatu yang wajar. Dengan adanya KSL akan
mendorong beberapa hal berikut :
Banyaknya mahasiswa yang menggunakan perangkat lunak legal,
menyebabkan rekan-rekan yang lain akan tertantang secara moral
untuk tidak menggunakan perangkat lunak bajakan.
Membantu dosen dan asisten mempermudah pengajaran, dikarenakan
adanya demokratisasi penggunaan perangkat lunak. Sehingga
dosen tinggal memberikan pengetahuan dasarnya, sedangkan
penggunaan perangkat lunak diserahkan pada mahasiswa.
Sosialisasi penggunaan OSCA akan berjalan cepat (revolusi)
tanpa adanya benturan.
Karakteristik Kelompok Studi Linux :
Sebagai sebuah organisasi komunitas Linux, KSL memiliki
karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan Organisasi
komunitas lainnya. Akan tetapi seperti ditekankan diatas, yang
membedakan dengan organisasi komunitas linux lainnya adalah
dorongan moral yang kuat dari pengurus dan anggotanya untuk
menyukseskan gerakan OSCA dikampusnya masing-masing. Bisa
dikatakan KSL setempat yang mengerti betul kebutuhan OSCA dan
bagaimana implementasinya.
Secara umum organisasi KSL bercirikan berdasarkan fungsi
seperti berikut :
Fungsi pertama sama dengan organisasi seperti KPLI, dimana
tugas KSL adalah melakukan Sosialisasi Linux dan Open source ke
masyarakat kampusnya sendiri. Kegiatan yang dilakukan biasanya
rutin seperti yang sering diterapkan oleh KSL UAD seperti
seminar, kuliah umum, presentasi, diskusi, demo program,
installfest dll. Fungsi ini akan lebih intensif dikarenakan
adanya fasilitas ruangan, tempat tinggal yang tidak berjauhan
dan sebagainya.
Dalam KSL UAD fungsi ini dikerjakan oleh kelompok khusus yang
dikenal dengan nama Open source Research Group (OSRG). Tugas
utamanya adalah melakukan berbagai penelitian di Linux untuk
keperluan OSCA. Bahan-bahan penelitian bisa diambil dari
berbagai sumber diinternet yang biasanya gratis, diantara
penelitian OSRG adalah Interfacing GUI untuk bahasa pemrograman
C, C++, Irie Pascal, Linux Clustering, Pembuatan Distro KSL,
dll.
Dalam kaitannya dengan OSCA, tim OSRG adalah sekelompok
mahasiswa yang sering membuat tutorial, majalah internal
(seperti Majalah Newbie KSL), modul dan bahkan yang terakhir
adalah penerbitan buku-buku Linux dalam bahasa Indonesia.
Bersifat agak komersial,
tujuan utama adalah menggalang dana untuk kegiatan KSL dan
pembanding hasil belajar dengan kebutuhan dunia industri.
Sebagai tahap pertama adalah solusi untuk SOHO. Penulis pernah
mengalaminya ketika membuat jaringan LAN sebuah kantor kecil,
dan membuat sistem informasi sederhana dengan menggunakan
script shell BASH. Dimana data dari tiap terminal disimpan
kedalam server, dan melakukan penjadwalan otomatis dengan crond
untuk mengadakan pencocokan data, seperti menambah data.
Selain sebagai pembanding, fungsi ini bisa ditambahkan dengan
membuat group konsultan, software house, training ke
lembaga-lembaga diluar kampus.
Bakuan Kompetensi KSL.
Bakuan ini diserahkan ke masing-masing KSL sesuai dengan
kemampuan organisasi serta SDM. Tujuan utama bakuan kompetensi
adalah menetapkan standardisasi minimal untuk setiap bidang
pada pengurus dan anggotanya masing-masing. Akan lebih baik
jika standardisasi ini dibakukan oleh KSL-KSL yang nantinya
terbentuk di tiap-tiap kampus, gap antar kampus mungkin bisa
diminimalisasi.
KSL UAD menerapkan standardisasi bakuan kompetensi seorang
anggota agar dapat menjadi pengurus dan anggota OSRG seperti
berikut :
Administrasi Dasar
cut
expand
fmt
head
join
nl
od
paste
Dasar Manajemen File
File sistem : Direktori,
File dan Inode
cp
mkdir
mv
rm
rmdir
touch
filename globbing
filename expansion
Unix Stream, Redirect,
Pengalihan dsb
Standard input
Standard output
Standard error
Descriptors
Pipe
Re-direction
tee
Membuat, monitoring dan menghentikan proses
Konsep dasar proses :
lifetime, PID, UID, GID, parents, parent PID, Direktori kerja
ps
pstree
top
Signalling proses yang aktif
kill
bg
fg
jobs
Modifikasi prioritas eksekusi proses
Menggunakan Regular Expression
Konsep
grep
sed
Syntax: metacharacter, literal, posisi , character sets,
quantity modifiers dsb
Pembuatan partisi dan
filesystem
Konsep : disk vs.
filesystems
Penamaan partisi (hda1-4,
hda5, sda, dll)
Struktur disk
Partisi
Mount point: /, /bin, /sbin,
/dev, /etc, /lib, /boot, /home, /tmp, /var, /usr
fdisk
mkfs
Perawatan Sistem
Kontrol filesystem mounting
dan unmounting
Mengatur dan Menampilkan disk
Quota
Konsep : per user hard, per
user soft, per group hard, per group soft, grace, periode
quota
quotaon
quotacheck
edquota
repquota
Penggunaan permisi file dan
akses file
Konsep dasar untuk : user,
group, others, read, write, execute
SUID bit
SGID bit
Sticky bit
Mode bits: strings, numbers
umask
chmod
Manajemen kepemilikan file
Membuat dan merubah hard dan
simbolik link
Mencari file sistem dan
Meletakkan di lokasi yang tepat
Konsep: Filesystem Hierarchy
Standard
Tipe data : shareability,
variable, static
Elemen dari FSHS
Linux Annex ke FHS
which
find
locate
updatedb
whatis
appropos (man -k)
Boot system
Kernel parameter
Kernel modules
Kernel boot managers
Stem logs
Merubah runlevels dan shutdown
atau reboot system
Menggunakan dan Manajemen
Local System Documentation
Text paging: less dan more
man command
/usr/doc /usr/share/doc
Info pages (Perintah
Interaktif)
Non-standard documentation
locations (Contoh: perl)
menemukan Dokumentasi dengan locate
Menulis Sistem Dokumentasi
Manajemen user dan group
account
Meningkatkan kinerja user
environment dan system environment
Konfigurasi dan menggunakan
system log untuk keperluan administrasi dan security
Konfigurasi syslog:
facility, action, level
/etc/syslog.conf
logger
Log rotation
/etc/logrotate.conf
Melihat logs: less, tail, grep
Penjadwalan kerja otomatis
Selain
bakuan seperti itu, Standardisasi juga diterapkan untuk
beberapa kemampuan sepertu berikut :
Kemampuan Presentasi di depan umum, memimpin diskusi, seminar
dan kuliah umum.
Kemampuan untuk menulis paper, artikel, modul dan tutorial.
Kemampuan untuk menjadi tutor
Kesimpulan
Adanya KSL di Lingkungan masing-masing kampus diharapkan akan
semakin mempercepat proses sosialisasi OSCA dan penerapannya.
Tulisan ini diharapkan akan memberikan gambaran menyeluruh
tentang apa yang sudah dan sedang dikerjakan oleh KSL UAD,
sehingga konsep yang sama dapat diterapkan di kampus
masing-masing. Pada akhirnya kita akan mendengar adanya KSL
UAD, KSL UII, KSL BINUS dsb. Kolabaorasi sangat penulis
harapkan, agar tidak adanya kesenjangan antar kampus.
|