Free Web Hosting by Netfirms
Web Hosting by Netfirms | Free Domain Names by Netfirms

Sekilas Kelompok Studi Linux

Universitas Ahmad Dahlan


Dudy Rudianto (dudy@batam.com)



Kelompok Studi Linux Universitas Ahmad Dahlan merupakan sebuah organisasi yang berisikan komunitas mahasiswa pengguna Linux yang menekankan kepada studi di bidang Linux. Tidaklah berlebihan jika sekelompok mahasiswa ini lebih cenderung untuk menggunakan Linux sebagai platform belajar mereka dikarenakan sifatnya relatif gratis, serta keterbukaan source code memberikan kemudahan kepada mahasiswa untuk mempelajari "sisi dalam" dari perangkat lunak sebagai alat bantu belajar mahasiswa. Sebagai sebuah organisasi, KSL memiliki tiga fungsi.


Pertama adalah fungsi sosial, dimana KSL sebagai sebuah organisasi non profit memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi dan pemasyarakatan penggunaan Linux sebagai solusi alternatif untuk membebaskan masyarakat dari penggunaan perangkat lunak dengan cara tidak sah, melakukan install fest untuk anggotanya, pembuatan modul-modul praktikum, mengadakan kuliah umum, seminar, diskusi, training dan lain-lain.


Kedua, fungsi edukasi, dimana Linux digunakan sebagai platform belajar untuk mendapatkan pengetahuan mendasar dalam dunia komputer. Untuk keperluan itu, KSl UAD membentuk sebuah group yang lebih intens dalam mengeksplorasi sistem operasi Linux. Kelompok kerja ini dikenal dengan nama Open Source Research Group (OSRG), yang berisikan sekelompok mahasiswa dengan keahliannya masing-masing. OSRG beranggotakan anggota KSL UAD yang direkrut berdasarkan standarisasi kompetensi di bidang Linux , dengan model rekruitmen, diharapkan OSRG dapat menghasilkan inovasi-inovasi berharga di bidang Linux dan Open Source.


Fungsi ketiga adalah usaha dana, merupakan fungsi untuk menggalang dana yang digunakan dalam kegiatan KSL dan pendanaan penelitian OSRG. Tujuan utama dari fungsi edukasi ini tertuang dalam konsep Open SOurce Campus Agreement (OSCA). OSCA dapat dipandang sebagai suatu kesepakatan moral institusi kampus dan mahasiswa untuk menggunakan Linux dan Open Source sebagai solusi alternatif yang murah. Dengan OSCA, dihadapkan sebagian besar pembiayaan lebih diarahkan kepada sisi pengembangan manusia