|
Bagian ini berisikan berbagai
tulisan tentang segala sesuatu yang lewat di kepala dan
berbagai macam permasalahan tentang aspek-aspek sosial dalam
pemasyarakatan Linux
Komentar seorang pendidik
Sebagai seorang mahasiswa, saya
punya pengalaman menarik dengan dosen yang juga sedang belajar
menggunakan GCC untuk mata kuliah .......... Setelah belajar,
beliau mengatakan bahwa GCC-nya "Linux jelek"
karena tidak dapat menjalankan fungsi pustaka conio.h.
Pernyataan yang seharusnya diteliti terlebih dahulu kebenaran
Ilmiahnya. Apakah yang dimaksud dengan jelek itu hanya look n
feel-nya saja, atau memang gcc menggunakan pustaka yang bukan
merupakan standar Industri. Atau, pernyataan tersebut didasari
karena masalah kebiasaan belaka. Termasuk kebiasaan
menggunakan compiler bajakan. Dan kebiasaan tersebut marak
digunakan oleh lab-lab kampus di Indonesia
OSCA dan Sosialisasi
Linux
Semua
orang mungkin sudah sangat paham, secara de facto bahwa UAD
lah yang pertama kali mencetuskan ide tentang KSL (hmmm.. ide
siapa yah). Meskipun dikampus lainnya, konsep serupa juga ada,
tetapi gaungnya dimulai ketika mahasiswa informatika UAD
menerapkan OSCA untuk diri mereka sendiri. Saat ini banyak
sekali kampus yang memiliki KSL. Cuma menurut pendapat saya
masih ada yang kurang (ini pendapat saya lho..), KSL-KSL
tersebut latah untuk ikut-ikut mensosialisasikan Linux keluar.
Dengan gencar mereka mengadakan workshop, pelatihan (apa
bedanya sama workshop) dll, sementara SDM meraka sendiri
pas-pasan. Kegiatan yang meraka lakukan juga saya pikir life
cycle teknologinya juga sangat pendek.
Nah inilah yang membedakan dengan KSL UAD. Di UAD kita sama
sekali tidak mikir bagaimana sosialisasi, akan tetapi gimana
belajar bareng. Dengan belajar bersama orientasi makin jelas,
dan jumlahnya bertambah sehingga sosialisasi tercapai secara
alamiah dengan kondisi kemampuan SDM nya juga sudah matang.
Nah sekarang pilihan ada ditangan kita. Silahkan lihat bagian
depan website ini.
|